“Sebenarnya kami ingin semua UMKM memiliki laman. Tetapi karena jumlahnya terbatas, maka akan saya bagi ke dalam klaster. Misalnya pada satu laman, bisa memuat profil produk UMKM dari beberapa pelaku usaha yang sejenis. Jadi nanti ada laman yang khusus memuat produk kuliner, lalu ada minuman sendiri, konveksi sendiri sampai dengan furniture sendiri,” terangnya. (Ananto Pratikno)












