“Kalau pun sudah ada (vaksin) tapi pemberian nya kan belum bisa langsung ke seluruh masyarakat. Tapi yang didahulukan adalah mereka yang beresiko tinggi seperti tenaga kesehatan, TNI, Polri, Satgas Covid dan yang lainnya yang memang diprioritaskan,” kata Bu Anti mengingatkan.
Karena itu politisi berparas cantik ini, meminta baik Pemprov maupun Pemkab atau Pemkot melakukan sinergi antara dinas pendidikan dengan dinas kesehatan untuk memetakan wilayah apa status zonanya. “Saya minta pemda meminta rekomendasi dari dinas kesehatan setempat sebelum memutuskan melakukan pembelajaran tatap muka. Maka dinas pendidikan harus bersinergi dengan dinas kesehatan setempat. Kalau memang dinas kesehatan setempat oke, ya monggo. Tapi kalau zonanya mengkhawatirkan sebaiknya jangan dulu,”pintanya
“Tapi untuk Jatim keseluruhan jangan di gembyah uyah ( hantam rata) untuk pelaksanaan belajar tatap muka. Sebaiknya sesuai zona wilayah masing masing,”pungkasnya. (Caa)












