” Yang terakhir DPD juga tidak menghargai hasil kerja DPD yg lama dimana dalam Pilwali sudah melakukan Penjaringan Calon Walikota/ Wakil Walikota sesuai dengan PO (Peraturan Organisasi) yang dibuat oleh DPP, namun tiba-tiba mengambil Calon Baru yang tidak pernah mendaftar dan ikut Proses yang dilakulan oleh Bappilu DPD Partai NasDem Surabaya” ujarnya didampingi oleh Suherman Ketua DPC Tandes dan M. Busri Idris Ketua DPC Wonokromo, Senin (09/11).
Ia menambahkan, pihaknya dari 14 DPC Partai NasDem se Surabaya berharap agar DPP melalui DPW melakukan Evaluasi terhadap Ketua DPD Partai NasDem Surabaya kalau pada Pemilu 2024 nanti Partai NasDem di Surabaya ingin besar atau setidak nya ada peningkatan baik Suara maupun Kursi di lembaga legislatif Kota Surabaya.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa saat ini ia dan DPC lainnya sangat paham akan resiko dari sikap mendukung paslon nokor satu dan akan siap menerima segala konsekuensinya.



