Frans mengatakan, Eri dan Armudji adalah sosok-sosok yang telah berpengalaman dan bekerja nyata untuk membangun Surabaya. Mereka memiliki rekam jejak yang teruji, tidak muncul tiba-tiba menjelang Pilkada.
”Pak Eri ini birokrat berpengalaman. Kerjanya sudah jelas dalam memajukan Surabaya. Pak Armudji juga puluhan tahun jadi anggota dewan yang selalu memperjuangkan aspirasi warga. Kerjanya juga sudah nyata,” ujar Frans.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat Kenjeran Junaidi Sunarjo mengatakan, Eri-Armudji adalah figur dengan kombinasi yang lengkap. Figur muda diwakili Eri, dan figur nasionalis-kerakyatan diwakili Armudji.












