“Masyarakat Jangan sampai salah pilih. Karena pengalaman 2015 kemarin, sebanyak 14 kepala daerah yang ditangkap KPK. Jadi, jangan sampai salah pilih,” kata Andy Firasadi, Anggota Komisi A DPRD Jatim saat dikonfirmasi, Kamis (5/11).
Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan bahwa banyaknya kepala daerah yang tertangkap lembaga antirasuah ini menimbulkan kekecewaan yang luar biasa buat masyarakat. “Jadi, masyarakat harus benar-benar melihat rekam jejak para calon kepala daerahnya masing-masing,” jelasnya.
Apa yang sudah dilakukan oleh para calon, lanjut Andy, harus diperhatikan sebagai indikator memilih pada 9 Desember mendatang. “Karena ini untuk menentukan masa depan masyarakat, tetap gunakan hak pilih meski ditengah pandemi saat ini,” imbuhnya.
Disamping itu, kata dia, KPU menargetkan partisipasi pemilih di pilkada 2020 sebesar 77,5 persen. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan dengan partisipasi pemilihan yang terakhir digelar KPU pada pemilu 2019. Pada saat itu, partisipasi pemilih mencapai 81 persen.












