”Kalau Cak Armudji, persiapannya sudah puluhan tahun membela dan menghadirkan solusi kepada warga sebagai anggota dan ketua DPRD Surabaya,” imbuh Aprizaldi.
Sehari menjelang debat, kata Aprizaldi, yang dilakukan Eri dan Armudji tetap seperti biasa, yaitu mendengarkan masukan warga di berbagai kampung dan wilayah di Kota Pahlawan.
”Mas Eri dan Cak Armudji itu lebih suka mendengar, bukan minta didengarkan. Jadi mereka tetap keliling seperti sudah dilakukan sejak belasan hingga puluhan tahun karir mereka di birokrasi maupun parlemen. Hal ini berbeda dengan pihak lain yang baru muncul ke permukaan berusaha merayu warga ketika Pilkada akan digelar,” ujar aktivis muda tersebut.



