Fuad mengatakan, dia kerap berdiskusi dengan sang ibu, Tri Rismaharini, sesuai ibundanya pulang kerja di larut malam.
“Saya tanya ke Ibu (Risma), saya ajak diskusi, kira-kira Surabaya ke depan ini seperti apa,” cerita Fuad.
Bagaimana respons Risma?
“Ibu intinya yang paling utama tidak ingin Surabaya kembali setback, kembali mundur karena salah pemimpin. Makanya arahan Ibu, kita pilih pemimpin yang sudah jelas kerjanya untuk Surabaya, yaitu Mas Eri dan Cak Armudji,” papar Fuad berbagi cerita dari dialog dengan sang ibunda.












