“Tingkat kemiskinan yang tinggi ini yang menjadi perhatian dan kegundahan almarhum karena selaras dengan semangat Pak Prabowo untuk membela orang miskin. Apalagi tingkat kemiskinan di Jatim mayoritas berada di pedesaan dan mayoritas mereka adalah kaum petani,” jelas ketua Laskar Sholawat ini.
Hampir setiap bulan, Fawait mengaku sering dipanggil Pak Soepriyatni dan menanyakan perkembangan terkait kemiskinan dan pertanian serta program apa saja yang sudah diperjuangkan Partai Gerindra untuk mereka.
“Karena kegigihan beliau untuk membela masyarakat yang berada di garis kemiskinan dan petani maka kadang saya dan kawan-kawan menjuluki almarhum sebagai bapak petani Jatim. Kini beliau tiada namun cita-cita besar Pak Soepriyatno tentu menjadi semangat bagi kami untuk berjuang kedepan bersama Partai Gerindra,” tegas Fawait.
Kabar meninggalnya ketua DPD Partai Gerindra Jatim kali pertama diketahui dari akun medsos milik wakil ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Hendro Tri Subiantoro.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Ketua kami, Bapak Soepriyatno meninggal dunia pagi ini sekitar pukul 05.00 pagi di di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta,” ujar kata Hendro Tri Subiantoro. (Caa)












