“Pihaknya mengapresiasi bank BPR dan UMKM di Pamekasan dan Sampang yang telah memberikan bantuan Modal kepada pelaku usaha di Madura. Bahkan saya dengar juga para pelaku UMKM ini dipermudah dalam proses penudaan penagihan selama masa pandemi covid 19,”pungkas Sadad yang juga politisi asal Dapil Pasuruan ini.
Sementara itu Anggota Komisi C DPRD Jatim lainnya, Agus Dono meminta kepada BPR dan bank UMKM untuk memperbaiki kualitas SDM dan memperbanyak SDMnya agar program bantuan pemerintah selama ini bisa dirasakan oleh para pelaku UMKM. “BPR dan UMKM ini harus kembali ke marwahnya yaitu membantu para pelaku UMKM di Jatim di tengah pandemi. Boleh mencari nasabah untuk bank BPR dan UMKM. Tapi jangan melupakan tugasnya utama yaitu sosial memberikan bantuan permodalan dari pemerintah ke Masyarakat,”harapnya Agus Dono politisi asal fraksi Demokrat ini.
Senada Anggota Komisi C lainnya, Agung mengatakan pembentukan bank BPR dan UMKM ini untuk memberikan stimulus untuk pertumbuhan ekonomu di Jatim, yaitu memberikan bantuan kredit murah kepada pelaku UMKM dan masyarakat yang membutuhkan modal untuk usaha. Maka itu bantuan stimulus sebesar 500 M dari pemerintah kepada BPR melalui APBD Jatim 2020 ini diharapkan bisa membangkitkan kembali gairah pelaku UMKM ditengah pandemi ini.
“Saya apresiasi pemerintah provinsi yang telah memberikan stimulus ke BPR. Agar bantuan itu tepat sasaran kami minta BPR turun langsung ke lapangan untuk bantuan stimulus tersebut. Bahkan pihaknya menyarankan ke BPR juga agar memberikan bantuan modal kepada sektor pertanian mengingat saat ini Jatim merupakan lumbung pangan nasional,”pungkasnya Agung Politisi asal Fraksi PAN Jatim.












