
Surabaya, cakrawalanews.co – Dalam kontestasi pilwali 2020 diharapkan tidak terjadi adanya praktik money politic baik berupa pemberian barang maupun uang untuk mempengaruhi suara konstituen.
Pasalnya, hal tersebut dapat merusak mental masyarakat dan tidak membangun demokrasi.
Hal ini diungkap oleh Pengamat Politik asal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Andri Arianto, saat menanggapi dugaan adanya pembagian sembako dan sarung oleh salah satu pasangan calon dalam konstestasi pilwali Surabaya 2020.












