Hal senada juga diungkapkan oleh Sekjend KPA, Dewi Kartika. Ia berpendapat bahwa saat ini sudah saatnya pemerintah beralih dari konsep berpikir ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan.
“Saat ini pemerintah kita masih mengadopsi ketahanan pangan sebagai fundamental berfikir, bukan berupaya menciptakan kedaulatan pangan. Saat ini kita masih menjalankan sistem ekonomi kapitalistik bukan ekonomi gotong royong, sehingga dalam menciptakan ekonomi yang berbasis kerakyatan yang esensinya membentuk sentra produksi pangan sendiri untuk kesejahteraan rakyat belum dapat terwujud”, ujar Dewi.
Menutup diskusi virtual tersebut, Ketua DPP GMNI Bidang Reforma Agraria, Irfan Fajar Satriyo Nugroho, berpesan kepada seluruh generasi muda Indonesia agar mulai saat ini mau berperan aktif dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.
“Merefleksikan gerakan menuju Indonesia berdaulat dalam pangan, mulai saat ini kita semua harus mengoptimalkan peran serta generasi muda yang berani menyuarakan persoalan Reforma Agraria secara langsung karena salah satu bukti terwujudnya kedaulatan pangan adalah ketika kita mampu mewujudkan Reforma Agraria Sejati sesuai amanah UUPA Nomor 5 tahun 1960”, tutup Irfan. (Fajar )












