Sebelumnya, ia telah berpesan kepada semua jajaran stafnya untuk selalu siaga dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana yang terjadi, kapan saja dan dimana saja.
“Bekerja di BPBD berarti telah berkomitmen mengabdi untuk kemanusiaan. Karena itu, segala konsekwensinya harus dijalani, termasuk harus meninggalkan keluarga demi aksi kemanusiaan,” pesannya.
Akhirnya, setelah dua tahun dua bulan menjalani sebagai Kalaksa BPBD Jatim, Suban pun harus mengakhiri masa tugasnya sebagai ASN.
Banyak legasi yang ditinggalkan. Namun yang cukup fenomenal, ia telah berhasil membranding BPBD sebagai ‘korp orange’ yang membanggakan; yang mampu bergerak cepat dalam bertindak, dan mampu menghadirkan solusi dalam berbagai persoalan. (Caa)
Selamat purna tugas..!!!
dan selamat melanjutkan pengabdian..!!












