Selanjutnya, secara paralel, E-Channel bisa memberikan kontribusi untuk peningkatan pendapatan. Karena diketahui, ada potensi tambahan pendapatan sekitar Rp1,7 triliun yang disampaikan Bapenda untuk Perubahan APBD 2020. Artinya, target pendapatan setelah di restrukturisasi saat pendemic covid-19, sebesar Rp 10,3 Triliun di Bapenda Jatim sementara ada potensi tambahan Rp 1,7 Triliun lagi. Sehingga menjadi total sekitar Rp 12 Triliun. Namun angka itu masih gambaran awal. Karena belum dilakukan pendalaman di tingkat komisi. Setelah DPRD menerima KUA-PPAS dan nota gubernur tentang P-APBD 2020, pihaknya akan matangkan lagi di hearing Komisi. “Harapan kami bisa lebih dari itu. Pak Boedi (Kepala Bapenda) tadi memberi sign bahwa itu bisa lebih,”katanya.
Keyakinan itu bukan tidak berdasar. Karena melihat trend kinerja capaian pendapatan pajak sampai dengan 15 Agustus 2020 ada yang melebihi 70%. Bahkan ada yang diatas 80 persen dari item-item pendapatan yang di kelola Bapenda. Sehingga itu memungkinkan pendapatan kita kembali seperti yang dulu. “Pendapatan Daerah sebelum penyesuaian APBD 2020 sekitar Rp 15 Triliun lebih. Saat ini ada potensi tambahan 1,7 triliun sehingga menjadi 12 Triliun. Tidak menutup kemungkinan bisa lebih dari itu atau bahkan kembali seperti target sebelum ada penyesuaian,” paparnya.
Sedangkan Suyatni anggota Komisi C dari Fraksi Nasdem menambahkan, soal e-channel diakui adalah salah satu prestasi karya monumental Bapenda Jatim yang satu-satunya di Indonesia. Meskipun sebagai terobosan besar tapi bukan berarti di tingkat pelaksanaan tidak ada persoalan. Misalnya di petugas loket pelayanan e-channel seperti di Indomaret harusnya bisa ada bukti sms atau yang bisa di print. Tapi ada juga beberapa loket yang tidak bisa langsung di print. Masih minta foto kopi KTP dan sebagainya. “Mungkin ini perlu segera di selararaskan di seluruh partner E-Channel Bapenda Jatim,” harap mantan wartawan dan Pedagang ini.
E-Channel itu melingkupi pembayaran online di Tokopedia, Indomaret, PT Pos, Alfa Mart, Griya bayar, Linkaja, Bank Jatim, Bank BTN, Samolnas, Bank Mandiri dan BNI.
Senada, Khulaim Djunaedi, anggota Komisi C dari Fraksi PAN menjelaskan, laporan dari Bapenda Jatim dan juga UPT Pasuruan, terlihat terpenuhi target yang sudah ditetapkan. Semoga meski ada pendemi pendapatan Jawa Timur tidak terdampak. Selama kami kunjungan, beberapa UPT di Jawa Timur juga kinerjanya cukup maksimal. Sehingga harapan kami target 16 Triliun di APBD 2020 tetap tercapai. “Karena dari sisi pendapatan year and year hampir sama perolehannya. Saya yakin Bapenda tidak kehabisan akal bagaimana mengejar pendapatan,” pintanya.
Agus Wicaksono, Anggota Komisi C dari PDI Perjuangan menilai, Kemitraan dengan Bapenda perlu terus dijaga dan di tingkatkan. Karena bukan berarti hari ini sudah bangga dengan capaian di kondisi pandemic seperti sekarang ini. Meskipun ada estimasi penurunan pendapatan Rp6 triliun dari seluruh pendapatan yang ada termasuk yang tertinggi di Bapenda. Tapi secara capaian kinerja, meski ada penurunan tetapi tidak terlalu significant.












