Hendadi pun menyarakankan, agar tidak lupa, masker tersebut didekatkan dengan telepon seluler. “Orang sekarang lebih panik jika ketinggalan telepon selulernya. Sehingga, jika didekatnya ada masker, maka bisa secara refleks masker tersebut ikut diambil dan dikenakan,” kata Hendadi.
Salah seorang warga, Dedi (41), pedagang pakaian asal Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi yang terjaring operasi mengaku maskernya tertinggal di rumah. Ia tak sempat membeli masker di pedagang lantaran harus menjaga barang dagangannya.
Lain halnya dengan Sinta (17), warga Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi yang masih berstatus sebagai pelajar ini mengaku maskernya hilang saat bertandang di rumah temannya. Meski demikian, seluruh pelanggar protokol kesehatan yang tidak mengenakan masker tersebut mendapat pembagian masker gratis dari Bupati Tegal. ( Dasuki )










