Amaludin mengatakan, hewan kurban berupa sapi itu merupakan gotong royong dari berbagai pihak, diantaranya Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Walikota Whisnu Sakti Buana, Ketua DPRD Adi Sutarwijono, seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Surabaya, anggota DPRD Jatim dan DPR RI dari PDIP, juga DPC PDIP Kota Surabaya.
”Peringatan Idul Adha di DPC PDI Perjuangan Surabaya ini juga digerakkan bersama Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), organisasi sayap PDI Perjuangan yang fokus menjalankan berbagai kegiatan syiar keagamaan dan pemberdayaan umat,” imbuh Amaludin.
Adi menambahkan, peringatan Idul Adha juga selalu mengingatkan pada momen ibadah haji yang berpuncak pada Idul Adha. Tahun ini, ibadah haji ditiadakan oleh pemerintah lantaran pandemi Covid-19.
”Kami sering mendapat cerita bagaimana Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri berhaji dengan khidmat, dan selalu mengajarkan prinsip pengorbanan, menangis dan tertawa bersama rakyat. Petuah-petuah itulah yang selalu ada di setiap aktivitas partai sampai tingkat akar rumput,” paparnya.
”Kami juga ingat bagaimana Presiden Sukarno melaksanakan ibadah haji pada 1955, di mana beliau harus menempuh perjalanan udara hingga enam hari untuk sampai ke Arab Saudi dengan transit di beberapa negara, karena memang waktu itu bangsa kita belum mempunyai instrumen perjalanan udara seperti sekarang,” imbuh Adi.



