Kenaikan produksi itu terjadi karena bertambahnya luas panen. Pada Januari lalu luas panennya hanya 2.129 Ha, sedangkan di akhir Februari hingga Maret luasnya mencapai 6.414 Ha.
“Pada periode Maret sampai April bahkan luas panennya hingga 7.344 Ha atau bisa disebut panen raya, karenanya jumlah stok cabai akan melimpah,” terangnya.
Mengutip keterangan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jatim Moch. Ardi Prasetiawan, Benny menjelaskan harga cabai mampu mempengaruhi kenaikan inflasi pada Januari lalu, meskipun cabai bukan satu-satunya pencetus kenaikan inflasi.












