Ditambahkan, Pemprov Jatim juga memfasilitasi pendirian 3500 Koperasi Wanita Syariah di tingkat desa. Kelompok-kelompok itu nantinya diberikan bantuan hibah sebesar Rp. 25 juta tiap kelompok/koperasi. “Dengan semakin berkembangnya kelompok wanita berbasis fungsional salah satunya melalui majelis taklim dan fatayat, maka pembentukan koperasi wanita syariah ini akan dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.
Ia berharap, Kongres XV Fatayat NU juga membahas tentang keadaan bangsa khususnya semakin melemahnya kondisi ekonomi. “Semoga kongres ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik yang bermanfaat bagi umat dan bangsa Indonesia. Yang terpenting kita harus terus mendoakan agar permasalahan yang dihadapi bangsa ini bisa segera terselesaikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, kongres tersebut merupakan gawe akbar dari Ormas NU yang diselenggarakan di Jawa Timur. “Gawe Akbar NU banyak digelar di Jawa Timur. Sebelumnya, Muktamar ke-33 di Jombang dan kali ini Kongres XV Fatayat. Kami berterima kasih kepada Jawa Timur, khususnya Pakde Karwo,” katanya dihadapan 1500 peserta yang berasal dari perwakilan Fatayat NU di 34 Provinsi dan 2 perwakilan Fatayat NU di Taiwan dan Malaysia.
Kiai Said menyampaikan, secara garis besar PBNU dengan seluruh banom (badan otonomya) menegaskan sikap yang jelas terhadap keutuhan NKRI. Ini yang menjadi garis dan ajaran NU. Fatayat sebagai organisasi Banom juga akan melakukan hal yang sama dalam menjaga keutuhan NKRI. “NU akan tetap bersama rakyat. Dan berkomitmen mendukung pemerintah selama pemerintah tidak melanggar konstitusi dan tidak melanggar Undang-undnag dasar 1945,” ujarnya.












