Demikian pula untuk Protokol Kesehatan, Pemkot telah menyiapkan 10 boks disinfektan (chamber), 20 thermogun dan 10 tempat cuci tangan dan ambulan yang disebar di beberapa mall dan supermarket di Kota Tegal.
Dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, Wali Kota meminta setiap wilayah untuk tidak menerapkan ego sektoral. Sebab, upaya melawan Virus Covid-19 dilaksanakan secara bersama.
Apalagi Kota Tegal banyak masyarakatnya merantau ke daerah lain seperti DKI Jakarta. Oleh karena itu, Wali Kota menghimbau masyarakat Kota Tegal yang mudik atau pulang kampung dan ingin kembali ke DKI Jakarta, diwajibkan untuk test kesehatan dan memegang surat Keterangan Sehat. Agar jangan sampai DKI Jakarta terjadi penyebaran tinggi gelombang kedua.
Selain itu, untuk melawan Pandemi secara bersama, sebagai satu keluarga, NKRI harga mati, Wali Kota meminta seluruh wilayah harus kompak. Bahkan Pemkot Tegal bersedia menugaskan tenaga kesehatan untuk bertugas di daerah lain.
“Saya berharap tenaga medis di Kota Tegal diharapkan para dokter dan perawayt jajaran IDI dan PPNI harus siap diperbantukan diu daerah yang lain di seluruh Indonesia. Siap?,” tanya Wali Kota kepada jajaran tenaga kesehatan yang dijawab siap. (Imon/Dasuki)












