Cakrawala NasionalIndeks

Pemkab. Tegal Mulai Salurkan Bantuan Sembako Perluasan dan Bansos Tunai

×

Pemkab. Tegal Mulai Salurkan Bantuan Sembako Perluasan dan Bansos Tunai

Sebarkan artikel ini

Umi yang datang didampingi Kepala Kantor Cabang BNI Tegal Richard Dahlan juga meminta masyarakat berperan aktif melakukan pengawasan sebagai bagian dari kontrol sosial untuk mewujudkan transparansi data di tingkat desa.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Tegal Yudi Kadarwati menjelaskan jika KPM sembako perluasan ini di luar 73.824 KPM sembako reguler yang juga menerima bantuan serupa selama 12 bulan di tahun ini. Pendistribusian KKS tersebut rencananya akan dilaksanakan di 280 titik di balai desa dan kelurahan. “Pendistribusiannya kami titipkan lewat Bank BNI, petugas TKSK dan pendamping PKH yang dibantu perangkat desa ataupun kelurahan setempat”, katanya.

Yudi menambahkan, keluarga penerima kartu sembako bisa membelanjakan uangnya di 60 e-warong ataupun 75 kios agen BNI yang menjual bahan pangan di Kabupaten Tegal. KPM bisa memilih pembelian bahan pangan yang mengandung karbohidrat (beras, ketela, sagu, dan jagung), protein hewani (telur, daging ayam, daging sapi, dan ikan), protein nabati (kacang-kacangan, tempe, dan tahu), serta vitamin dan mineral (sayur-sayuran dan buah-buahan).

Bersamaan dengan itu, berlangsung pula penerimaan pencairan dana bantuan sosial tunai tahap satu di Kantor Pos Slawi. Tercatat sebanyak 16.274 keluarga terdampak Covid-19 di Kabupaten Tegal siap menerima bantuan uang tunai Rp 600.000 per keluarga selama tiga tahap.

Umi yang tiba di Kantor Pos Slawi usai acara penyerahan kartu sembako mengaku senang karena bantuan sosial tunai dari pemerintah pusat akhirnya bisa disalurkan. Umi mengakui, proses pendataan KPM ini memakan waktu agak lama karena ada dua basis data yang digunakan, yaitu DTKS dan masyarakat berpenghasilan rendah. “Pendataan non DTKS harus cermat dan dipilah betul supaya tidak terjadi tumpang tindih, karena prinsipnya satu keluarga hanya boleh menerima satu jenis bantuan agar bantuan yang tersedia bisa mencakup lebih banyak penerima. Artinya, mereka yang menerima bantuan sosial tunai ini bukan penerima bantuan sembako, Program Keluarga Harapan dan kartu pra kerja,” ungkap Umi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *