Selain dilakukan rapid test, mereka juga dites swab. Jika swabnya negative, maka mereka akan melanjutkan isolasinya di hotel selama 14 hari. Namun, jika hasil swabnya positif, maka mereka akan langsung dibawa ke rumah sakit untuk dirawat lebih lanjut. “Mereka akan dirawat hingga sembuh, hingga tes swabnya menyatakan negative,” katanya.
Eddy berharap, dengan isolasi di hotel itu dapat meningkatkan kedisiplinan dan kesabaran warga untuk melakukan isolasi mandiri. Alhasil, dengan cara itu penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya bisa ditekan atau diminimalisir. “Makanya, kami juga terus mengawasi mereka dengan menempatkan personil Linmas dan polisi dari Polrestabes Surabaya di Lobby hotel. Mereka akan berjaga selama 24 jam nonstop, tentu dengan sistem shif,” imbuhnya. (ADV)



