“Ada yang tidak mau isolasi di hotel, dia maunya dirawat di rumahnya. Tidak apa-apa, tapi akan terus kami pantau karena kan ada nomor handphonenya juga. Jadi kadang-kadang saya sendiri yang menelepon mereka,” ujarnya.
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Eddy Christijanto memastikan dua hotel itu memang diperuntukkan bagi OTG yang hasil rapid testnya negative. Selain itu, dikhususkan juga bagi penduduk migran atau orang yang baru pulang dari luar negeri yang dijemput oleh pemkot ke Bandara Internasional Juanda dan setelah dirapid test hasilnya negative, sehingga dia tetap harus isolasi diri di hotel.
“Kemarinnya itu ada dari Malaysia 7 orang, dari Hongkong ada 4 orang, dari Bangkok yang merupakan mahasiswa ITS sebanyak 7 orang. Di samping itu, para OTG yang rapid testnya negative. Jadi, total sekarang sudah ada sekitar 39 orang yang isolasi diri di hotel, jumlah itu dinamis sesuai dengan masa isolasi mereka,” tegasnya.



