Ia mencontohkan, seperti yang sudah dilakukan oleh dapur umum di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Belanja untuk kebutuhan memasak mulai dari beras, sayur, dan lauk pauk juga mengambil atau beli dari masyarakat langsung.
“Campur tangan pemerintah dalam kondisi perekonomian yang sulit sangat dibutuhkan agar para pelaku UMKM punya semangat lagi untuk tetap berproduksi,” kata politisi PKB ini.
“Dan juga, masyarakat saat ini masih tetap menanti turunnya bantuan dari Pemprov Jatim untuk penanganan terdampak Covid-19. Semoga janji bantuan ini juga bisa segera direalisasikan,” tegas Chusainuddin.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan program Pamor ini merupakan hasil kerjasama antara produsen bahan pokok dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Semangat program ini kami ingin mendekatkan akses bahan pokok yang harganya lebih murah dari HET, kepada warga masyarakat Jawa Timur jelang hari lebaran,” terang Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Rabu (6/5).
“Selain itu, lewat program ini produsen sembako bisa menitipkan produk bahan pokoknya untuk dijual lewat Pamor. Jadi sistemnya menyerap dari produsen dan mendekatkan pada konsumen dengan keuntungan harga yang lebih murah,” imbuh Khofifah.
Pasokan produk bahan pokok yang dijual di Pamor ini berasal dari produsen atau industri bahan pokok yang ada di Jawa Timur. Misalnya untuk gula kristal putih langsung didatangkan dari beberapa pabrik gula.












