Menurutnya, Covid-19 merupakan musibah di seluruh dunia, bukan hanya di Surabaya. Untuk itu, kata dia, tidak perlu saling menyalahkan antar sesama lembaga.
Yang terpenting, kata dia, bagaimana caranya DPRD Surabaya mendorong percepatan penanganan covid-19 di Surabaya.
Kalau membentuk pansus dengan kondisi sekarang ini kurang efektif, sebab rapat-rapat harus digelar online.
Sementara pansus harus ada pandangan umum, kajian dan lain sebagainya. Ini, kataya, tidak efektif. Yang penting, ujar dia, komunikasi intens antara pimpinan dewan dengan pemkot terutama gugus tugas Covid-19 mengenai perkembangan penanganan dari waktu ke waktu.
”Pimpinan dewan tinggal menanyakan ke Sekda perkembanganya, kemudian disampaikan ke anggota, itu efektif,” katanya.












