Berikutnya untuk transportasi dan mobilitas penduduk terpantau cukup mengalami pengurangan.
“Kalau pagi memang sudah berkurang kecuali orang yang pergi kantor yang kantornya masih buka. Tapi setelah jam 08.00-16.00 WIB cendrung lebih sepi. Lalu jam 16.00 sore cenderung ramai kembalo karena mungkin mendekati buka puasa. Namun mereka banyak yang belum memakai masker juga,” papar dia.
Menurut Eddy, kunci keberhasilan dari PSBB ini adalah kepatuhan masyarakat terhadap peraturan walikota (perwali) nomor 16 tahun 2020.
Namun dalam implementasinya ternyata masih banyak ditemui pelanggaran-pelanggaran.
“Jadi sampai hari ke 7 ini masih ada pelanggaran-pelanggaran dalam PSBB ini. Dan ini menjadi bagian dari evaluasi kita supaya masyarakat lebih patuh,” ujarnya.
Oleh karena itu, nantinya Satgas-satgas yang sudah berjalan sesuai peraturan, seperti Satgas yang bergerak di bidang pendidikan akan dialihkan ke Satgas yang lainnya yang masih terus dievaluasi, seperti Satgas di bidang ke agamaan dan lainnya.
“Harapannya tentu PSBB ini bisa diterapkan dan dipatuhi bersama di berbagai bidang,” pungkasnya. (hadi)



