Dihadapan warganga, Umi meminta masyarakat mentaati peraturan pemerintah dan protokol kesehatan, salah satunya jika mendapati warga yang baru pulang dari perantauan, segera laporkan hal tersebut ke Rt dan Rw atau Kepala Desa untuk mendapatkan penanganan dan arahanan. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penularan Covid-19. “Jika hal ini tertib dilakukan, InsyaAllah yang menjadi harapan kita semua, yaitu terputusnya rantai penyabaran virus corona akan segera selesai,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Nurhayati menjelaskan, bantuan ini akan didistribusikan ke masing-masing balaidesa sesuai dengan kuota penerima manfaat yang tercantum dalam surat keputusan bupati penanganan dampak Covid-19. Diperkirakan, lanjut Nurhayati, awal bulan Mei ini, Kabupaten Tegal juga akan menerima bantuan dari APBD satu, dengan nilai yang sama, yaitu sembako senilai Rp200.000 yang akan didistribusikan ke 73.467 kepala keluarga.
Sedangkan untuk bantuan APBN, Kabupaten Tegal yang semula hanya menerima bantuan sembako untuk 73.035 kepala keluarga, akan mendapat tambahan ditambah 72. 310 kepala keluarga. Namun bantuan ini masih dalam proses validasi aktifasi kartu combo, karena ini merupakan transfer dari pemerintah pusat ke masing-masing rekening KPM, dengan kartu BNI sebagai Himpunan Bank Negara (Himbara) yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan ini. “Setelah itu, bantuan ini akan disampaikan ke masyarakat dalam bentuk sembako. Sedangkan Bantuan dari pemerintah pusat adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang bersumber dari APBN. Menurut data, Kabupaten Tegal mendapat kuota 16.618. Sedangkan data yang yang belum tercover masih bisa diusulkan oleh daerah sampai dengan hari ini (23/4). Hingga sekarang, data yang sudah masuk yaitu sebanyak 20.464,” terangnya.



