Setidaknya ada 1000 baju hazmat dan 100 masker medis yang diserahkan ke Pemkot Surabaya.
“Hazmat yang kita berikan ini dari UKM Surabaya, tapi tetap memenuhi standar kesehatan. Jadi sebelumnya, di SIER ini ada poliklinik ada dokter nya, jadi kita konsultasikan ke dokter dulu, ini (bantuan) sudah memenuhi standar atau belum, dan dokter kita sudah menyampaikan bahwa ini memenuhi standar,” terangnya.
Bahkan, Fatah menyatakan, besar kemungkinan pihaknya ke depan bakal memberikan bantuan lagi.
Hal ini tentu dengan melihat kondisi dan perkembangan pandemi global COVID-19, khususnya di Kota Surabaya.
“Kita lihat masa pandeminya ini berapa lama, ini kita seribu dulu, terus kemudian yang penting SIER ini sangat peduli COVID-19, baik di lingkungan kita sendiri maupun yang di pemkot,” ungkapnya.
Saat ditanya perihal protokol kesehatan di area SIER, Fatah mengungkapkan, jika di lingkungan industri SIER sudah berjalan. Bahkan, pihaknya juga sudah mewajibkan penggunaan masker.
“Di lingkungan sendiri sudah kita lakukan. Diantaranya kita sudah menyerahkan wastafel sama sprayer untuk nyemprot disinfektan, diberikan kepada warga sekitar juga. Selain itu dalam waktu dekat ini Sier kita tetapkan sebagai kawasan wajib masker, siapapun yang masuk kawasan sier wajib pakai,” ujar Fatah.



