“Jadi butuh suatu sinergi, kalau mengandalkan google meet atau zoom itu kan jangkauannya terbatas. Itu kan di masyarakat kota, di pedesaan gimana?,” katanya.
Masalah tersebut, lanjut Sadad, butuh pemikiran cerdas dari ahli pendidikan di Jatim. “Jadi tidak serta merta dikasih tugas sebegitu banyak. Ini banyak video beredar seorang murid kangen gurunya. Ini kan ngenes,” imbuhnya.
Sadad pun menyakini para siswa di Jatim akan menjadi generasi yang lebih tangguh ketika dihadapkan dengan situasi krisis seperti sekarang. “Mudah-mudahan mereka menjadi generasi yang lebih tangguh ketika berada pada situasi pandemi Covid-19,” pungkasnya. (Caa)












