Karena bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan yang digelar Pahlawan Ekonomi, mereka bisa mengubah limbah sampah, enceng gondok dan bahan-bahan tak terpakai menjadi produk unik (unique content). Karena rutin mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi semisal pelatihan packaging, produk-produk, produk kelas rumahan yang awalnya biasa saja, kini sudah “naik kelas” karena kemasan yang lebih menarik.
Efek dahsyat dari mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi itu dirasakan langsung oleh Maemunatun. Warga Kecamatan Ngagel yang punya usaha kain batik ini mengaku produk batik yang dihasilkan oleh UKM nya, kini jauh lebih bagus baik dari sisi desain, warna maupun kemasan produk nya. Perubahan menjadi lebih baik itu dia rasakan setelah mengikuti pelatihan tata rupa dan packaging dari Pahlawan Ekonomi di Kaza.
“Dulu batiknya sederhana saja. Dulu juga cuma satu warna, sekarang sudah lebih banyak warna. Desainnya juga macam-macam. Kami juga diajari cara packaging yang bagus sehingga batik kami sekarang sudah jauh lebih menarik,” ujarnya.
Dan, metamorfosis batik dari Ngagel itu menjadi lebih bagus, berdampak langsung pada naiknya jumlah permintaan. Perempuan yang akrab disapa Bu Said ini mengaku permintaan terhadap batik produksi nya, terus meningkat sejak bergabung dalam Pahlawan Ekonomi pada 2013 silam. Ketika awal produksi pada 2013, dia bersama empat rekan kerjanya yang semuanya ibu-ibu rumah tangga, hanya mampu menghasilkan lima (5) piece batik saja. Lalu, meningkat menjadi 11 piece pada 2014 dan sekarang sudah menjadi 24 piece. Omzet per bulan nya kini mencapai 8-10 juta.
“Kenaikan itu karena kami sering mengikuti pameran yang diadakan Pahlawan Ekonomi dan juga Provinsi. Saya semangat sekali mengikuti pameran. Bulan lalu ada permintaan beberapa piece dari Malaysia,” ujarnya.
Seiring majunya UKM batiknya, Bu Said kini bahkan membagi UKM nya menjadi empat divisi. Ada yang bagian pewarnaan, desain, packaging dan pemasaran. Mereka berharap produk batik nya terus berkembang dan bertambah baik kuantitas dan kualitasnya. “Yang penting kami tetap kompak. Omzet juga kami bagi rata. Termasuk bisa buat piknik,” sebut Bu Said.
Go Global Go Digital Go Financial
Di Pahlawan Ekonomi, ibu-ibu rumah tangga dikenalkan pada konsep go global, go digital dan go financial. Terjemahan sederhana nya kira-kira mendorong pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) agar memiliki usaha meluas hingga ranah global dengan memanfaatkan teknologi digital demi pendapatan melimpah.
Penerapan go global go digital go financial itu berwujud dalam pelatihan yang diberikan. Tak hanya pelatihan usaha seperti membuat produk dan membuat kemasan produk, ibu-ibu di Surabaya yang tergabung dalam program Pahlawan Ekonomi, juga mendapatkan materi pemasaran produk dan memperluas jaringan. Tidak hanya cara konvensional, juga pemasaran cara kekinian dengan memanfaatkan teknologi digital.
Ibu-ibu itu yang awalnya tidak kenal dengan internet, tidak tahu cara mengoperasikan komputer, diberikan bekal wawasan untuk bisa berjualan online. Mereka dikenalkan dengan beberapa toko online, bagaimana cara bergabung, cara memasarkan produk, bahkan diajari cara mem-foto produk agar terlihat lebih menarik. Mereka juga diajari cara efektif berjualan melalui media sosial Facebook agar promosi produk nya tidak dianggap nyampah oleh pemilik akun lainnya.











