Keberadaan teknologi digital itu terbukti dapat meningkatkan jumlah produksi dan angka penjualan. Peran teknologi digital berupa pasar online ini membuat ibu-ibu rumah tangga yang memiliki usaha rumahan, tidak hanya bisa menjual produknya di ranah lokalan di wilayah Surabaya dan juga kota-kota tetangga di sekitar Surabaya. Mereka juga kerapkali mendapatkan pesananan hingga menembus hingga ke luar pulau. Bahkan ke luar negeri.
Pengalaman terbantu oleh teknologi digital itulah yang dirasakan Kelompok Tani Elok Mekarsari di Semolowaru Elok. Sejak berdiri pada akhir 2011 kemudian memiliki UKM pada 2013, Poktan elok Mekarsari kini punya empat unit usaha. Yakni unit usaha budidaya jangkrik dan lele, unit usaha UKM Elok Mekarsari, unit usaha kelompok pengelola dan pemasaran hasil perikanan. Serta unit usaha simpan pinjam.
“Yang paling booming jangkrik crispy. Produk jangkrik crispy ini juga sudah dikirim ke Batam, Jakarta, dan Kalimantan. Kami sampai kewalahan menerima pesanan. Itu karena kami promosi lewat facebook dan juga toko online,” tegas Ary Widiastuti, Ketua Pokjan Elok Mekarsari yang mengaku bisa mengkuliahkan anak nya dari usaha jamur tiram dan jangkrik crispy nya.
Dan, dampak nyata dari go global dan go digital itu adalah go financial. Pemasukan ibu rumah tangga yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi, terbukti melonjak drastis. Ibu-ibu itu mulai menikmati kesuksesan sebagai buah dari kerja keras mereka. Saya selalu terngiang ucapan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyoal sukses nya para pelaku Pahlawan Ekonomi ini. Ucapan Bu Risma itu kembali beliau sampaikan ketika acara Awarding Pahlawan Ekonomi Surabaya 2016 pada 3 Desember lalu.
“Coba lihat, di sekitar Taman Surya penuh mobil. Ini beda ketika acara ini digelar empat tahun lalu. Waktu itu masih penuh angkot, bemo dan motor. Sekarang sudah bisa beli mobil”. Begitu ucapan Bu Risma yang terus saya ingat.
Keberhasilan ibu-ibu yang tergabung dalam program Pahlawan Ekonomi menjadi lebih berdaya dan sejahtera, membuat Pahlawan Ekonomi bak menjadi magnet kuat. Ada banyak ibu-ibu rumah tangga di Surabaya yang tertarik bergabung dengan Pahlawan Ekonomi. Karenanya, jumlah nya dari tahun ke tahun terus meningkat.
Ketika pertama digulirkan pada 2010 silam, jumlah pelaku Pahlawan Ekonomi hanya puluhan. Kini, jumlah UKM PE sudah lebih dari 4000 an UKM yang tersebar di 31 kecataman di Surabaya. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2015 sebanyak 2.640 UKM, serta tahun 2014 sebanyak 1.976 UKM.
PE Rumah Bagi Semua Warga
Menariknya, Pahlawan Ekonomi ini tidak stagnan alias begitu-begitu saja. Tetapi terus bergerak dinamis. Salah satu bentuk dinamisasi Pahlawan Ekonomi adalah dirangkulnya anak-anak muda untuk ikut terlibat dalam program pemberdayaan ekonomi ini. Anak-anak muda yang berkeinginan menjadi pelaku wirusaha dan pengusaha, dimasukkan sebagai pejuang ekonomi.
Dalam wawancara dengan Ketua Karang taruna, M. Arifan, saya mendapatkan informasi bahwa dilibatkannya anak-anak muda dalam program Pahlawan Ekonomi ini sebenarnya merupakan usulan Karang Taruna Surabaya sejak dua tahun lalu. Dia mengatakan, anak-anak muda itu sebelumnya tergabung dalam wadah Usaha Ekonomi Produktif yang berada di Karang Taruna. “Anak-anak muda ini punya minat besar untuk berwirausaha. Semoga dengan bergabung di Pahlawan Ekonomi ini, mereka bisa mewujudkan harapan mereka menjadi pengusaha muda,” tutur Arifan.
Masuknya anak-anak muda ini juga menegaskan bahwa Pahlawan Ekonomi adalah ‘rumah bagi semua’ warga Surabaya. Selama ini muncul stigma bahwa Pahlawan Ekonomi cenderung mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk mengikuti pelatihan dan menjadi berdaya, sehingga seolah program ini hanya untuk ibu-ibu. Stigma itu terbantahkan dengan masuknya anak-anak muda yang usianya 17 tahun hingga 40 tahun-an yang punya semangat sama besar dengan ibu-ibu untuk menjadi sukses bersama Pahlawan Ekonomi.












