Dijelaskannya, banyak perusahaan memanfaatkan New Tanjung Tembaga antara lain batu bara milik Cheil Chedang Indonesia, Tjiwi Kimia dan Industri-industri yang ada di Ngoro. Bahkan Gresikpun, ingin mendaratkan barang-barangnya di pelabuhan New Tanjung Tembaga ini, alasannya karena pelayanan di pelabuhan ini sangat baik dan lancar. Keberadaan pelabuhan baru ini juga sudah bisa melayani berbagai kepentingan ekonomi, seperti pengiriman batu bara, aspal curah, tepung dari NTB dan Semen serta pengiriman sebanyak 1.500 ton beras Bulog ke berbagai wilayah di Indonesia.
Menurutnya, pelabuhan ini bermanfaat untuk efisiensi dan supaya industri di sekitarnya tidak tergantung kepada Tanjung Perak. Selain ongkos angkut akan lebih murah, aktivitas ekonomi juga tidak tergantung dan terpusat di Surabaya dan akan menyebar kemampuan daerahnya.
“Pelabuhan ini sangat membantu mengurangi kepadatan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya sehingga mampu membantu keperluan bongkar muat untuk wilayah Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Bondowoso dan sekitarnya,” kata Gus Ipul sapaan lekat Wagub. Jatim.
Sebelum mengakhiri arahannya, Wagub Jatim berharap, kongres ini akan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang bisa dijadikan pendukung visi Poros Maritim Dunia, khususnya pada aspek infrastruktur, yaitu berupa Cetak biru Indonesia Poros Maritim Dunia(IPMD) 2025 dan Peta Jalan Menuju IPMD 2016-2025.












