Menurut politisi muda ini, keputusan untuk teguh mengusung kader partai sendiri tentunya sesuai dengan amanah DPP Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas).
“Pertama akan memperioritaskan kader baik di tingkat Pengurus Provinsi, DPP maupun DPD. Sesuai amanat Munas pusat,” kata Tony sapaan akrabnya.
Terkait kemungkinan mahar politik dalam menentukan koalisi partai dan calon yang diusung, Tony menyampaikan bukan budaya partainya.
Karena itu, ia menegaskan dalam menentukan calon tentunya mengedepankan sosok yang layak jual dan punya kapasitas memimpin Surabaya kedepan.












