Menurutnya, kenapa hal ini menjadi penting, karena apapun yang akan terjadi pada negara ini, akan bergantung pada anak-anak.
Makanya, ketika di Surabaya ada masalah keluarga, penanganan yang dilakukan pemkot selalu bersifat komprehensif.
“Penanganan yang kita lakukan harus komprehensif. Jadi tidak bisa dari sisi ayah, ibu atau anaknya saja. Makanya ketika ada masalah kita penanganannya semuanya,” jelasnya.
Namun begitu, ia juga selalu menekankan kepada para istri agar selalu menghormati suaminya. Bagi Wali Kota Risma, setinggi apapun pendapatan atau jabatan perempuan, mereka tetaplah seorang istri rumah tangga dan ibu dari anak-anaknya.
“Karena itu saya minta mereka (istri) tetap menghormati suami, walaupun pendapatan mereka lebih tinggi. Sehingga kualitas keluarganya tetap bagus,” katanya.
Sementara itu, salah satu anggota Komisi IX DPR RI, Imam Suroso mengaku sangat bangga dengan berbagai program yang telah diinisiasi Wali Kota Risma.
Menurutnya, program yang telah berjalan di Surabaya ini perlu diaplikasikan ke kota atau kabupaten lain di Indonesia.
“Jadi intinya saya dan teman-teman sangat mengapresiasi. Kami dengan teman-teman juga sepakat apa yang disampaikan (paparan Wali Kota Risma) nanti di Jakarta, kami siap mendukung,” tandasnya.(hdi/cn02)












