Karena itu, sangat penting bagi pemerintah untuk mengendalikan jumlah populasi penduduk tersebut.
“Kalau kita tidak bisa mengendalikan atau mengambil manfaat dari bonus demografi, saya kira di tahun 2030 atau 2035 kita bukan mendapat bonus demografi, tapi bahaya demografi, karena tidak bisa mengendalikan itu,” terangnya.
Karena itu, bagi dia, program pengendalian penduduk menjadi sangat penting dalam menyambut datangnya bonus demografi di tahun mendatang.
Makanya, pihaknya ingin mengundang Wali Kota Risma ke DPR RI, untuk memaparkan program ketahanan keluarga yang telah berjalan di Surabaya.
Sebab, ia menilai, program ketahanan keluarga di Surabaya bisa dicontoh bagi kota atau kabupaten lain di Indonesia.
“Maksud dan tujuan kami ke sini ingin mendapat masukan-masukan di lapangan dan lain-lain. Insya Allah kita juga siap membantu mendukung program-program yang ada di Kota Surabaya,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Risma juga memaparkan beberapa program ketahanan keluarga yang telah berjalan di Surabaya. Bagi dia, ketahanan keluarga adalah hal yang sangat penting. Karena, hal ini juga berpengaruh terhadap masa depan anak-anak.
“Makanya saya selalu sampaikan kepada orang Surabaya bahwa keberhasilan kita adalah saat kita bisa membuat anak-anak kita berhasil dan sukses,” kata dia.












