Gunung Bromo merupakan tempat pariwisata yang sudah berskala nasional, bahkan internasional. Jika ditutup selama satu bulan, otomatis orang yang mempunyai usaha bisa amburadul baik di Pasuruan, Probolinggo, maupun Malang. “Namun yang paling dekat ini kan di Probolinggo. Sehingga perlu untuk ditinjau kembali karena banyak armada tidak beroperasi selama sebulan,” terangnya.
Pria yang juga politisi asal PDIP Jatim ini berharap kepada Pemerintah Provinsi Jatim dan Probolinggo berkoordinasi dengan para pemangku agama atau penanggung jawab sekitar Gunung Bromo membatalkan rencana tersebut. Penutupan paling tidak hanya sehari atau maksimal seminggu. “Bayangkan kalau 1 tahun. Satu bulan ditutup saja pengusaha-pengusaha yang ada di situ, seperti pengusaha makanan bisa rugi. Padahal paling banyak orang Probolinggo yang jualan di Malang. Cuma mereka-mereka ini kan tidak tahu tentang keputusan mereka itu,” pungkas Sugeng yang juga anggota DPRD Jatim. (caa)



