Cakrawala JatimIndeks

DPRD Jatim Minta Akses Penanjakan Gunung Bromo Tidak Ditutup Selama Satu Bulan

×

DPRD Jatim Minta Akses Penanjakan Gunung Bromo Tidak Ditutup Selama Satu Bulan

Sebarkan artikel ini

Menurutnya, selama ini wisatawan banyak datang dari Malang melalui Bandara Abdurrahman Saleh. Selanjutnya wisatawan baik lokal maupun mancanegara menuju puncak mulai pukul 02.00 untuk melihat keindahan matahari terbit. Begitu juga halnya, turun dari penanjakan wisatawan harus berjalan kaki atau naik kuda.

Tentunya akses dari Pasuruan dan Malang berbeda dengan Probolinggo. Mengingat akses dari Probolinggo jalannya lurus, tidak ada naik turun dan dekat dengan penanjakan. Dengan ditutup akses menuju penanjakan tersebut, pemilik mobil Jeep di Malang mengalami kerugian besar karena tidak dapat beroperasi. Tentunya wisatawan akan memilih datang dari Probolinggo atau Pasuruan karena lebih dekat berjalan kaki menuju penanjakan. “Di Poncokusumo saja itu ada 350 armada. Belum di tempat lain bisa mencapai 500 lebih Armada. Semua Armada tidak boleh (beroperasi),” terangnya.

Sugeng menyebut penutupan akses selama sebulan menjelang upacara Kasodo ini pertama kali diberlakukan. Dengan begitu, pengusaha armada dan penjual kuliner harus merasakan berkurangnya pendapatan. “Ini masih awal-awal terjadi, yang dulu itu tidak pernah terjadi semacam ini. Jadi ini istilahnya puasa selama satu bulan. Kalau kita dari agama Islam itu puasa, sementara orang lain cukup menghargai,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *