Politisi yang berasal dari Tuban ini juga menilai kenaikan harga gula yang terjadi saat ini ada yang ganjil. Mengingat kondisi gula juga dikatakan cukup dan tidak ada kekurangan stok. “Ini khan aneh. Kita banyak memiliki pabrik gula. Tidak ada fuso terkait tanaman tebu. Pabrik terus produksi. Ini ada apa? Masak kita kekurangan stok? Khan ini perlu dipertanyakan,” ujarnya.
Menurutnya, dari data yang ada stok gula di Jawa Timur dalam kondisi aman, bahkan surplus. Berdasarkan produksi gula tahun 2019 dari delapan pabrik gula di Jatim ada produksi sebanyak 1.046.855 ton dalam setahun. “Saat ini persediaan gula di Jatim masih ada 185.785 ton. Hingga bulan Mei 2020 mendatang, konsumsi gula Jatim diperkirakan sebanyak 175.500 ton. Sehingga terdapat surplus 10.000 hingga musim giling bulan mei tiba,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga geram dengan kenaikan harga gula yang terjadi saat ini. Khofifah tegas meminta Satgas Pangan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turun langsung mengecek ketersediaan gula di gudang-gudang dan pabrik-pabrik. Khofifah juga telah meminta Bulog, PTPN X dan pabrik gula Rajawali untuk melakukan operasi pasar agar tidak srmakin kenimbulkan kepanikan pada masyarakat. (Caa)












