Ia mengaku sedih ketika melihat data penderita penyakit kanker yang menunggu berobat sangat lama. Kalau kemoterapi waktunya sekitar lima sampai enam bulan, sedangkan kalau pakai radioterapi bisa sampai setahun.
“Waiting listnya lama sekali. Kasihan mereka menunggu. Kemudian mereka masih takut kalau pengobatan kemoterapinya bayar mahal. Orang sakit kanker itu hidupnya harus bahagia, tidak boleh stress. Kalau sudah sakit terus mikir biaya mahal kan kasihan mereka,” imbuhnya.
Oleh karena itu, dengan dibangunnya gedung baru yang akan dilengkapi dengan fasilitas radioterapi ini diharapkan bisa membantu meringankan beban warga Kota Surabaya. Harapannya, mereka tidak takut kalau harus berobat, karena rumah sakit ini memang bertujuan untuk membantu warga yang kesusahan karena sakit.
“Apalagi ini memang diprioritaskan dan disiapkan untuk warga yang mengalami penyakit kanker dan sebagainya,” tegasnya.












