“DPRD Surabaya ini adalah rumah bersama. Siapapun boleh datang ke sini,” ungkapnya.
Adi Sutarwijono atau akrab disapa Awi ini menambahkan siap mendukung program kerja yang bertujuan untuk memakmurkan masjid.
Ia juga berharap keberadaan DMI mampu untuk meredam, termasuk ikut menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul di masyarakat.
“Keberadaan DMI harus bisa membuat Surabaya menjadi lebih aman dalam membangun kerukunan umat beragama,” tambahnya.
Meski begitu ia menegaskan Surabaya adalah kota yang damai. Walaupun penduduknya plural, tidak ada konflik sosial yang berbasis keagamaan yang timbul di Kota Pahlawan ini.
“Dengan pengurus DMI yang baru ini saya semakin berharap bisa mengukuhkan Surabaya sebagai kota yang aman dari konflik sosial,” katanya kembali. (hdi/cn02)



