Ia menjelaskan pengurus DMI juga diisi oleh campuran dari beberapa organisasi keagamaan. Ada dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, Al Irsyad dan masih banyak organisasi lain.
Tetapi Arif Afandi menerangkan DMI bukan organisasi keagamaan yang mengurusi tentang akidah atau tata cara beribadah. Sebaliknya, DMI adalah organisasi atau lembaga yang ingin memakmurkan masjid bersama-sama.
“Karena itu, kami merangkul semua pihak untuk bersama-sama membangun (memakmurkan) masjid,” lanjutnya.
Pada pertemuan itu, Arif Afandi yang merupakan mantan wakil wali kota Surabaya ini memberikan penjelasan kepengurusan DMI Surabaya belum dilantik. Rencananya pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua DMI yang juga mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla pada Februari 2020 mendatang.
Sedangkan jelang pelantikan tersebut, DMI Surabaya bakal menggelar kegiatan donor darah memecahkan rekor MURI berbasis masjid. Donor darah tersebut digelar di 33 masjid se-Surabaya, dan diikuti 3.300 pendonor.
Sementara itu, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Adi Sutarwijono menyambut baik kedatangan pengurus DMI Surabaya.



