“Nilai-nilai kepemimpinan, visi, dan misi Bu Risma harus tetap ada. Kami mendukung Bu Risma untuk terus berkiprah di Surabaya. Jika memang aturannya tak bisa lagi menjadi wali kota, maka Bu Risma harus menunjuk siapa penggantinya,” kata Rosikin.
Surabaya, kata Rosikin, tak bisa dipasrahkan kepada sosok sembarangan. Sebab, masa depan kota pahlawan itu yang jadi taruhannya.
“Surabaya butuh sosok seperti Bu Risma. Yakni sosok yang memiliki kepakaran dalam pembangunan kota, memahami birokrasi, punya prestasi, sering blusukan, total dalam bekerja untuk warga, cerdas, dan diterima kaum milenial,” kata Rosikin.
“Saya kira, tokoh-tokoh yang belakangan ini muncul dan menyatakan diri siap maju sebagai calon wali kota atau calon wakil wali kota belum memenuhi kriteria itu,” katanya.
Flash mob yang digelar relawan Risma Selamanya juga menampilkan yel-yel dan ragam tulisan kreatif. Di antaranya “Risma Wani” dan “Viva La Risma.”



