Surabaya, cakrawalanews.co – Sampai dengan semester II tahun 2016 pertumbuhan ekonomi Provinsi Jatim tumbuh sebesar 5,62 persen. Terdapat tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi yakni jasa keuangan dan asuransi sebesar 11,60%, pertambangan dan penggalian sebesar 9,67%, serta administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 9,24%.
Sedangkan tiga sektor yang memberikan kontribusi terbesar adalah industri pengolahan sebanyak 28,84%, perdagangan besar dan eceran sebanyak 17,91%, serta pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 14,43 % .
“Sementara itu pada tahun 2015 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih tergolong dalam kategori sedang (68,95%). Angka itu masih jauh apabila dibanding di IPM jakarta yang telah tergolong kategori tinggi yaitu 78,99%, atau DIY yang mencapai 77,59%” tutur Sekretaris Daerah Prov Jatim, Dr. H. Akhmad Sukardi, MM saat membuka Musyawarah Provinsi ke VIII Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Timur di Hotel Bumi, Selasa (15/11).
Kondisi ini menyisakan pekerjaan rumah yang cukup besar bagi Provinsi Jatim. Persentase angka kemiskinan Jatim masih cukup tinggi yaitu berkisar 12,28% dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang mencapai 4,14% atau mencapai 849.330 orang (Februari 2016).












