LRT atau urban transportation ini, imbuh Awey, jauh lebih baik ketimbang trem. Keunggulannya, beroperasinya tidak di jalan yang sama. LRT bisa berupa subway atau bawah tanah, maupun di atas.
Kelebihan lainnya, moda transportasi berupa kereta api ringan ini bisa berjalan tanpa masinis, bergerak otomatis, lebih ringan dan kecepatannya 30 Km/jam.
Sementara itu, sampai sekarang Wali Kota Tri Rismaharini tetap kukuh untuk merealisasikan transportasi trem, karena diyakini sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan di Kota Surabaya. Selain itu, proyek trem dinilai lebih murah dibandingkan dengan membeli ratusan unit bus.
Trem bisa mengangkut banyak penumpang dan gerbongnya pun bisa ditambah tergantung kapasitas muatan. Selain itu, trem juga aman buat penyandang disabilitas.
“Surabaya ini banyak perempatan, kalau menggunakan bus masih ada bahayanya. Kalau busway, masih ada hambatannya. Padahal kita membutuhkan angkutan yang bebas hambatan,” kata Risma, Sabtu. (cn03)












