Guntur mengatakan, sudah sejak tiga tahun terakhir ini warga, utamanya petani terkena dampak buruk dari aliran sungai tersebut. Akibatnya, komoditas pertanian tidak berbuah maksimal. “Padahal, Blitar-Tulungagung ini sudah ditetapkan pemerintah sebagai lumbung pangan (padi). Kalau kondisinya seperti ini, pastinya sulit terealisasi,” katanya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungung mengimbau warga untuk waspada. Sebab, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, hujan deras akan terjadi sepanjang bulan Desember. Puncaknya terjadi pada Januari-Februari. Berdasarkan data BPBD Tulungagung, beberapa wilayah di Tulungagung rawan terjadi banjir. Yakni beberapa desa di Kecamatan Bandung dan Besuki. Sedangkan wilayah rawan longsor terjadi di daerah pegunungan, seperti Pagerwojo dan Sendang. (Caa)












