“Di Pekalongan biasa kita setiap tahun mengadakan syukuran. Kita katakan syukuran itu terimakasihlah kepada Baginda Nabi SAW dan maulud, bukan hanya peringatan tapi kita mengerti selaku umat Islam saya khususnya pribadi maupun Pak Mahfud menjadi umat Islam. Saya mensyukuri kepada Baginda Nabi karena beliau kita mengerti iman,” kata Habib Lutfi.
Acara tersebut, kata dia, juga sebagai simbol terimakasih kepada pahlawan nasional. Menurut Habib Luthfi, salah satu cara terima kasih itu adalah dengan membangun Indonesia menjadi yang lebih baik.
“Apalagi juga terhadap pahlawan kita yang punya andil besar. Andaikata kita memperingati 10 Nomvember taroklah kita memotong kambing 10 ribu belum apa-apa untuk bisa menghargai. Terimakasih itu tidak cukup dengan menghargai tapi yang paling hebat dari terimakasih kita jawab, jangan mengecewakan para beliau untuk menbangun bangsa ini,” ucapnya.(dtc/ziz)












