AdvertorialIndeks

Menengok Budidaya Anggrek di Eks Lokalisasi Sememi

×

Menengok Budidaya Anggrek di Eks Lokalisasi Sememi

Sebarkan artikel ini

Anis Satu Risda, Tenaga Laboratorium Kultur Jaringan mengatakan bahwa awalnya anggrek yang berbunga itu diambil buahnya lalu ditaburkan ke dalam media steril (botol) di ruang inkubator. Setelah itu, botol-botol yang ditaburi benih anggrek itu dipindahkan ke ruang inkubasi. “Dari satu buah anggrek itu, bisa muncul ribuan anggrek, jadi banyak sekali,” kata Anis.

Masa inkubasi harus ditunggu tiga bulan lamanya sampai muncul protocom like body (PLB), yang merupakan sekumpulan sel-sel. Kemudian, di-subkultur lagi tiga bulan hingga muncul planlet. Setelah itu, ditunggu lagi tiga bulan hingga sempurna akar dan daunnya. “Jadi, mulai ditabur hingga sempurna akar dan daunnya di dalam botol sekitar 9 bulanan. Setelah itu, baru siap diaklimatisasi dengan diletakkan di media moss atau pakis dan dikeluarkan dari ruang inkubator,” kata dia.

Petugas sedang membudidayakan anggrek di Laboratorium Kultur Jaringan di Taman Anggrek Sememi Surabaya

Selanjutnya, tanaman anggrek itu ditunggu lagi sekitar 5 bulanan dan baru bisa dikeluarkan dari laboratorium dan dipindahkan ke area Green House. Anis memastikan, jika dihitung mulai awal penaburan hingga anggrek itu berbunga indah membutuhkan waktu sekitar 4 tahunan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pernah berkunjung ke Taman Anggrek dan laboratorium ini. Ke depan, dia ingin warga sekitar ikut serta membudidayakan anggrek dan bisa menjualnya apabila ada pengunjung yang ingin membelinya. “Kami akan berdayakan warga sekitar. Mereka harus mandiri secara ekonomi dengan kami gandeng untuk budidaya anggrek. Biar warga nantinya yang jualan anggrek-anggrek ini,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *