AdvertorialIndeks

Menengok Budidaya Anggrek di Eks Lokalisasi Sememi

×

Menengok Budidaya Anggrek di Eks Lokalisasi Sememi

Sebarkan artikel ini

Di samping kanan Taman Anggrek atau Green House, terdapat rumah jamur yang ditutup rapat. Rumah tersebut nyambung dengan bangunan besar 2 lantai. Ternyata, bangunan megah itu bekas Wisma Barbara 17 yang telah dibeli oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dulu, wisma ini terbesar di lokalisasi Sememi.

Taman Anggrek Sememi menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin belajar tentang tanaman anggrek

Setelah semua lokalisasi ditutup oleh Pemkot Surabaya, bangunan megah itu dibeli dan dialihfungsikan menjadi Laboratorium Kultur Jaringan atau laboratorium budidaya Anggrek. Di laboratorium inilah, pengembangan tanaman anggrek dilakukan.

Di dalam laboratorium itu, dipajang tanaman anggrek yang masih kecil dan memasuki proses aklimatisasi, yaitu suatu proses pemindahan planlet dari lingkungan yang sangat terkontrol ke lingkungan yang tak terkendali. Di sisi ruangan lainnya, terdapat pula berbagai anggrek yang telah berbunga indah.

Selain itu, ada pula beberapa ruangan di laboratorium itu, yaitu ruang bahan kimia, ruang pembuatan media, ruang inkubator atau tabur, dan yang terakhir ruang inkubasi. Di ruang inkubator itu, ada petugas yang menabur benih anggrek dan dimasukkan ke dalam botol. Botol-botol itulah yang kemudian dipindahkan ke ruang inkubasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *