Anggota Komisi E DPRD Jatim ini mengatakan bahwa gerak jalan Mojokerto-Surabaya merupakan perjalanan para pejuang atau napak tilas sikap kita sebagai bentuk patriotisme kepada para pahlawan pejuang yang merebut kemerdekaan Negara Republik Indonesia. “Sebagai bangsa yang bermartabat kita wajib mengingat dan menghargai jasa-jasa para pahlawan kita sesuai sejarah apa yang di sampaikan Bung Karno yakni jangan kau lupakan Jasmerah,” ucap Suwandy yang asli Mojokerto ini, Minggu (17/11).
Diterangkan Suwandy, gerak jalan ini bertujuan untuk mengenang pertempuran 10 november 1945 yang merupakan puncak pertempuran melawan Belanda yang akhirnya dijadikan sebagai Hari Pahlawan. “Hari Pahlawan juga bisa dikatakan sebagai napak tilas yang dilakukan pejuang kita para ulama maupun umaro dan tokoh agama seperti Batalyon Laskar Hisbullah, Laskar Mansyur, Laskar Solikhin, Laskar Munasir, Laskar Jarot Suprianto dan para pelajar serta Polisi Istimewa,” tegas Suwandy.












