Ia menambahkan, seringkali para pedagang pasar melayangkan surat ke Walikota Surabaya untuk audiensi mengenai problem pasar. Namun upaya tersebut gagal terus.
“Paling mentok ditemui oleh Pak Chalid (Kepala Bagian Perekonomian,red). Entah kenapa kok sulit ya, para pedagang menemui Walikota,” jelas Busiri.
Ketika disinggung terkait perhatian Pemkot terhadap perbaikan pasar Keputran beberapa waktu lalu, Busiri menyangkal bahwa perhatian Pemkot terhadap pasar keputran beberapa waktu lalu itu, hanya sekedar penataan pedagang yang dijalan, bukan masalah pasarnya yang menjadi fokusmya.












