Sementara itu, pihak Mal Cito bersikap santai atas semua komentar dan tudingan miring Komisi D DPRD Surabaya yang dialamatkan kepada Cito.
Alasannya, semua yang dilakukan, termasuk pengelolaan bak sampah sudah dilakukan sesuai standart yang ada.
“Semua tahu kok kalau bau itu bukan dari IPAL. Tetapi sampah. Dan kami sudah lakukan perbaikan secara maksimal,”imbuh Manajer Marketing dan Komunikasi Mal Cito Indra Kurniawan kemarin.
Meski begitu pihaknya juga siap dengan segala masukan yang disampaikan oleh DPRD maupun BLH Kota Surabaya. Termasuk tidak menampung sampah dalam waktu yang lama.
“Kami akan selalu kooperatif dan siap melakukan perbaikan apa saja. Termasuk menghilangkan bau tidak sedap itu,”pungkas Indra.(hdi/cn02)












