Secara teknis pembangunan instalasi lebih mudah untuk alur Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya selatan, Surabaya barat dan Gresik.
Jika instalasi menyentuh tengah kota menuju timur, akan semakin menelan investasi besar. Kendati seluruhnya ditanggung investor yang ditentukan pusat, PDAM Surya Sembada tidak ingin instalasi masuk tengah kota karena akan berdampak pada sarana infrastruktur lain.
“Untuk kebutuhan air bersih wilayah tengah, selatan dam timur kota kami tetap andalkan air bersih hasil pengolahan dua IPAM (Instalasi Pengolahan Air Minum) di Karangpilang III serta Ngagel. Debit air dari dua IPAM ini 10.000 liter per detik,” rincinya.
“Dari jatah 1000 liter per detik, awal 2019 Surabaya cuma akan mendapatkan pasokan 500 liter per detik. Baru mulai Juli 2019 ditambah 500 liter per detik lagi, total 1000 liter per detik,” terang Tatur.












